Bagi-bagi Takjil di Kota Pontianak, PAIKAT Sampaikan Aspirasi Kompetensi Pebisnis Interior
![]() |
| Sejumlah Pengurus PAIKAT bagi-bagi takjil bagi masyarakat di Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan, Minggu (15/3/26). |
Ketua asosiasi, Herman, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat. Dalam jangka menengah, PAIKAT berkeinginan memberikan pelatihan keterampilan memoles ruangan, guna membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat tanpa kecuali.
Hal serupa diutarakan Salim Salyo, Pegiat Deradikalisasi asal Kabupaten Kubu Raya. Ia mengaku mendukung penuh perkembangan masyarakat. Ditegaskan pula, profesi tukang interior memiliki peran penting sebagai "pahlawan kota" yang mempercantik perumahan dan lingkungan.
"Karya mereka adalah bentuk seni yang harus kita hargai, namun sangat disayangkan, harga jual terbilang sangat rendah," tukasnya.
Di tengah aktivitas penyaluran ratusan paket takjil, PAIKAT menyatakan siap berkolaborasi dengan pihak manapun. Diharapkan, pemangku kepentingan mengeluarkan kebijakan preferensi penggunaan jasa dan karya interior lokal dalam pembangunan infrastruktur daerah, baik gedung publik, rumah dinas, maupun fasilitas umum.
“Banyak proyek tersebut masih menggunakan tenaga ahli serta produk interior dari luar Kalbar bahkan luar negeri, padahal kalangan praktisi tempatan sudah sangat berkompeten”, lanjut Salim yang juga menjabat Wakil Ketua PAIKAT.
Secara garis besar, organisasi yang dirilis baru-baru ini menyampaikan aspirasi mereka, khususnya kepada pemerintah, agar menerbitkan regulasi yang memiliki tiga dampak sekaligus: mengorbitkan pengusaha interior lokal, mengupayakan perlindungan keamanan, dan memperbanyak partisipasi warga di bidang operasional desain ini.
Hal serupa diutarakan Salim Salyo, Pegiat Deradikalisasi asal Kabupaten Kubu Raya. Ia mengaku mendukung penuh perkembangan masyarakat. Ditegaskan pula, profesi tukang interior memiliki peran penting sebagai "pahlawan kota" yang mempercantik perumahan dan lingkungan.
"Karya mereka adalah bentuk seni yang harus kita hargai, namun sangat disayangkan, harga jual terbilang sangat rendah," tukasnya.
Di tengah aktivitas penyaluran ratusan paket takjil, PAIKAT menyatakan siap berkolaborasi dengan pihak manapun. Diharapkan, pemangku kepentingan mengeluarkan kebijakan preferensi penggunaan jasa dan karya interior lokal dalam pembangunan infrastruktur daerah, baik gedung publik, rumah dinas, maupun fasilitas umum.
“Banyak proyek tersebut masih menggunakan tenaga ahli serta produk interior dari luar Kalbar bahkan luar negeri, padahal kalangan praktisi tempatan sudah sangat berkompeten”, lanjut Salim yang juga menjabat Wakil Ketua PAIKAT.
Secara garis besar, organisasi yang dirilis baru-baru ini menyampaikan aspirasi mereka, khususnya kepada pemerintah, agar menerbitkan regulasi yang memiliki tiga dampak sekaligus: mengorbitkan pengusaha interior lokal, mengupayakan perlindungan keamanan, dan memperbanyak partisipasi warga di bidang operasional desain ini.
Bagi-bagi Takjil di Kota Pontianak, PAIKAT Sampaikan Aspirasi Kompetensi Pebisnis Interior
Reviewed by Halo Pontianak
on
3/16/2026
Rating:
Reviewed by Halo Pontianak
on
3/16/2026
Rating:
