Pembina Future Voices Arifin Noor Aziz Soroti Peran Pendidikan Non-Formal: Semua Berhak Mendapatkan Pendidikan Setara

 

 Dr. Arifin Noor Aziz dalam pemaparan materinya pada acara Future Talk 


Pontianak – Pembina komunitas Future Voices, Arifin Noor Aziz, menyoroti pentingnya peran sektor pendidikan non-formal dalam memperluas akses belajar bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog publik bertajuk Future Talk yang diselenggarakan oleh komunitas Future Voices dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.


Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam pukul 19.00 WIB di Aming Coffee tersebut mengangkat tema “IPM Kalbar: Angka Statistik atau Masa Depan Generasi.” Dialog ini menjadi ruang diskusi terbuka yang mempertemukan berbagai pihak untuk membahas tantangan pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Barat, khususnya yang berkaitan dengan kualitas pendidikan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).


Dalam pemaparannya, Arifin menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat hanya bergantung pada sistem pendidikan formal seperti sekolah dan perguruan tinggi. Menurutnya, sektor pendidikan non-formal memiliki peran strategis dalam menjangkau kelompok masyarakat yang sering kali belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal.


Ia menjelaskan bahwa berbagai kegiatan pendidikan berbasis komunitas, pelatihan keterampilan, gerakan literasi, hingga program bimbingan belajar yang digerakkan oleh masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan.


“Semua orang harus mendapatkan hak pendidikan yang setara. Pendidikan tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses yang terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai ruang belajar lain yang bisa diakses oleh masyarakat. Pendidikan non-formal memiliki peran besar untuk menjangkau mereka yang mungkin belum tersentuh oleh sistem pendidikan formal,” ujar Arifin.


Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk keterlibatan sektor swasta dan dunia usaha. Menurutnya, perusahaan dapat mengambil peran strategis melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada pendidikan.


“Perusahaan juga memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Ketika dunia usaha ikut terlibat dalam mendukung kegiatan pendidikan, baik melalui pelatihan keterampilan, beasiswa, maupun program pengembangan kapasitas masyarakat, maka dampaknya akan sangat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.


Ia menilai bahwa peningkatan IPM tidak dapat hanya dilihat sebagai capaian angka statistik semata, melainkan harus dipahami sebagai indikator nyata yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat dan masa depan generasi muda.


Melalui forum diskusi seperti Future Talk, Arifin berharap lahir berbagai gagasan serta kolaborasi nyata antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat.


Dialog publik tersebut juga menghadirkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Lidya Natalia Sartono, serta Sekretaris Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Eka Pria Saputra, yang turut memberikan pandangan terkait kondisi pendidikan dan pembangunan IPM di Kalimantan Barat.


Melalui kegiatan ini, komunitas Future Voices berharap dapat terus menghadirkan ruang dialog publik yang konstruktif serta mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pembina Future Voices Arifin Noor Aziz Soroti Peran Pendidikan Non-Formal: Semua Berhak Mendapatkan Pendidikan Setara Pembina Future Voices Arifin Noor Aziz Soroti Peran Pendidikan Non-Formal: Semua Berhak Mendapatkan Pendidikan Setara Reviewed by halopontianak on 5/02/2026 Rating: 5

Recent in Health

3/Health/post-list