Nopriyanto: Budaya Membaca Dinilai Penting Tangkal Hoaks di Era Digital

Nopriyanto Jurnalis Kabupaten Sambas
Halopontianak.com, Sambas-
Budaya membaca dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital saat ini. Kebiasaan membaca tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membantu masyarakat memahami informasi secara lebih baik dan bijaksana.
Jurnalis Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Nopriyanto mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan budaya membaca sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi di tengah kehidupan modern yang serba cepat.
Menurutnya, membaca merupakan kebiasaan positif yang harus terus ditanamkan sejak usia dini karena memiliki banyak manfaat bagi perkembangan pola pikir, wawasan, serta kemampuan masyarakat dalam menyaring berbagai informasi yang diterima setiap hari.
“Budaya membaca harus terus ditanamkan di tengah masyarakat, karena membaca bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu masyarakat memilah informasi yang benar di era digital saat ini,” ujar Nopriyanto.
Ia mengatakan, perkembangan media sosial dan teknologi informasi membuat masyarakat sangat mudah mendapatkan berbagai informasi dalam waktu singkat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuat masyarakat rentan terpapar berita bohong atau informasi yang belum jelas kebenarannya apabila tidak memiliki literasi yang baik.
Karena itu, menurut Nopriyanto, budaya membaca menjadi salah satu cara penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi secara lebih mendalam dan tidak mudah terpengaruh isu-isu yang menyesatkan.
“Dengan membaca, masyarakat akan memiliki wawasan yang lebih luas dan cara berpikir yang lebih terbuka. Ini penting agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar,” katanya.
Sebagai seorang jurnalis, ia mengaku melihat pentingnya literasi dalam kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Ia menilai, budaya membaca tidak harus dimulai dari hal besar. Kebiasaan sederhana seperti membaca buku, berita terpercaya, artikel pendidikan, maupun bahan pengetahuan lainnya secara rutin dapat menjadi langkah awal dalam membangun minat baca masyarakat.
Selain itu, Nopriyanto juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar dalam membentuk kebiasaan membaca sejak dini. Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan dekat dengan buku dan pengetahuan agar tumbuh menjadi generasi yang gemar belajar dan memiliki wawasan luas.
“Kalau budaya membaca tumbuh sejak kecil, maka akan lahir generasi yang lebih cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Ia berharap budaya membaca dapat terus digalakkan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sambas, melalui berbagai kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat, sekolah, komunitas, maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, meningkatnya budaya membaca akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan dan pola pikir masyarakat, sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih cerdas dan produktif di era digital saat ini. (*)
Reviewed by Orang Indonesia 🇮🇩
on
5/26/2026
Rating: