Moderasi Lintas Etnis Perkuat Kolaborasi Penelitian di FISIP Untan
![]() |
| Firdaus, S.IP.M.Sos dan Silverius Seran Dosen Fisip Sekaligus Peneliti Moderasi di Kalbar | Aula Rapat Fisip Untan Jalan Prof. Hadari Nawawi. |
Halopontianak.com, Pontianak-
Upaya memperkuat moderasi lintas budaya di lingkungan akademik terus didorong melalui kolaborasi riset yang inklusif dan kontekstual. Hal ini mengemuka dalam diskusi akademik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan), yang menekankan pentingnya sinergi antarpeneliti dalam membaca dinamika sosial-budaya masyarakat Indonesia yang majemuk.
Sekretaris Jenderal Moderasi Lintas, Firdaus, S.IP., M.Sos, menegaskan bahwa moderasi tidak cukup dipahami sebagai konsep normatif semata, melainkan harus diterjemahkan ke dalam kerja-kerja ilmiah yang berangkat dari realitas sosial di lapangan.
“Moderasi lintas Etnis menuntut keterlibatan aktif para peneliti untuk saling berbagi perspektif, metodologi, dan temuan. Kolaborasi menjadi kunci agar kajian moderasi tidak terjebak pada wacana elitis, tetapi benar-benar menyentuh konteks masyarakat,” ujar Firdaus. Minggu (25/1/2026).
Menurut Firdaus, FISIP Untan memiliki posisi strategis sebagai ruang temu berbagai disiplin ilmu sosial yang dapat memperkaya kajian moderasi, khususnya di wilayah Kalimantan Barat yang dikenal dengan keragaman etnis, agama, dan budaya.
Dalam konteks tersebut, kehadiran peneliti Silverius Seran dinilai memberikan kontribusi penting. Melalui riset-riset kebudayaannya dan Etnis, Silverius kerap menyoroti praktik hidup bersama (living together) yang tumbuh secara organik di tengah masyarakat, jauh sebelum istilah moderasi populer dalam diskursus akademik dan kebijakan publik.
“Penelitian Moderasi Lintas Etnis seperti yang dilakukan Saudara Silverius Seran membantu kita memahami bahwa moderasi sejatinya telah lama dipraktikkan masyarakat. Tugas akademisi adalah merumuskan, mendokumentasikan, dan mengembangkannya agar relevan dengan tantangan zaman,” kata Firdaus.
Ia menambahkan, penguatan kolaborasi peneliti lintas disiplin dan lintas wilayah perlu terus difasilitasi, baik melalui forum akademik, riset bersama, maupun publikasi ilmiah.
"Moderasi tidak hanya menjadi jargon, tetapi tumbuh sebagai praksis sosial yang berbasis pengetahuan. Diskursus moderasi lintas Etnis di FISIP Untan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kajian-kajian kritis yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi penguatan harmoni sosial di Indonesia," jelas Firdaus. (Nop)
Reviewed by Orang Indonesia 🇮🇩
on
1/25/2026
Rating:
