Keutamaan Mempertingati Maulid Nabi Muhammad saw. dari Aspek Sejarah dan Sosial-Spiritual
![]() |
| Keutamaan Mempertingati Maulid Nabi Muhammad saw. dari Aspek Sejarah dan Sosial-Spiritual |
Pontianak - Majelis Taklim Ashabul Maimanah Kalimantan Barat menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad saw., 12 Rabiulawal 1447 H, sekaligus salawatan di tiga tempat, yakni Komplek Saigon Permai, Jalan Tanjung Raya 2, Gang Mawar, Tanjung Raya 2, dan di Gang Abdul Majid, Jalan Perdana, secara berturut-turut berlangsung mulai Kamis, Jumat, hingga hari Sabtu, 5-7 September 2025.
Sebanyak kurang lebih 100 jemaah, baik kalangan laki-laki maupun perempuan lintas generasi mengikuti pengajian ini. Dimulai dari berdoa, berdzikir, bersalawat, kemudian menyimak tausiyah Ustaz Uzlah Maulana yang menyerukan pembacaan ulang Sirah Nabawiyah.
Adapun keutamaan memperingati Maulid Nabi saw. dengan bersalawat, berdasarkan tinjauan sejarah dan sosial-spiritual. Berikut penjelasan yang bisa jadi bahan renungan bersama:
Wujud Kecintaan kepada Rasulullah saw.
Peringatan Maulid adalah momentum mengenang kelahiran Nabi Muhammad. Dengan bersalawat, umat menunjukkan rasa cinta, penghormatan, dan kerinduan kepada beliau. Firman Allah swt.:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
Bersalawat di momentum kelahiran Baginda merupakan wujud nyata bahwa kita termasuk orang yang mencintai beliau.
Mendapat Pahala dan Syafaat
Setiap kali seorang muslim bersalawat, Allah membalasnya berlipat ganda. Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Barangsiapa bersalawat kepadaku sekali, maka Allah bersalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
Di hari Maulid, ketika salawat dikumandangkan berjamaah, umat berharap terhapusnya dosa, memperoleh syafaat Nabi di hari akhir.
Menyuburkan Ingatan Kolektif Umat
Salawat yang dilantunkan diiringi pengulasan kisah perjuangan Rasulullah saw. akan memperkuat memori keteladanan akhlak beliau, sehingga mampu diambil hikmah atas setiap kejadian saat menyerap betapa tidak mudah menjalankan kehidupan dunia, namun menumbuhkan semangat pantang menyerah.
Perantara Mendekatkan Diri kepada Allah
Bersalawat merupakan bentuk doa melalui perantaraan Nabi saw. Ulama menjelaskan, doa disertai salawat lebih cepat dikabulkan. Rasulullah saw. bersabda:
“Setiap doa terhenti (tergantung) antara langit dan bumi hingga dibacakan salawat atas Nabi.” (HR. Tirmidzi)
Menjadi Sarana Persatuan Umat
Secara sosial, tradisi Maulid diiringi pembacaan salawat berjamaah, menghadirkan suasana persaudaraan sesama umut Islam tanpa memandang kasta. Berbagai lapisan bisa duduk bersama, membaca barzanji, syair, atau qasidah, memperkuat rasa kebersamaan dan kasih sayang.
Kesimpulannya, memperingati hari kelarihan Baginda Nabi dengan mengkaji sirah dan bersalawat, tidak sekedar menjadi wujud cinta kepada beliau melainkan juga untuk memeroleh rahmat, syafaat, ketenangan dan keberkahan hidup, mendekatkan diri kepada Allah swt. sekaligus memperkuat jati diri selaku umat Islam yang berjiwa sosial. (Widia)
Penulis: Widia Permatasari
Editor: Rony Ramadhan Putra
Reviewed by Widia Asari
on
9/19/2025
Rating:
